Saudariku sayang..
ALLAH
mengingatkan kita, tak ada yang perlu kita sesali. Sekali lagi tak ada.
Kalau yang sering aku dengar dari seseorang yang sangat aku hormati
adalah “Tidak ada yang perlu diucapkan selain Alhamdulillah”. Dalam firman-NYA :
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Disebut berulang kali dalam QS. Ar Rahmaan)
Nabi bersabda, “Sesungguhnya ilmu itu
diperoleh dengan belajar, dan kesantunan itu diperoleh dengan
kerendahan hati, sedangkan kesabaran itu diperoleh dengan keteguhan
hati.” (HR. Ibnu Hajar)
Nah, masih banyak sekali hal positif yang
bisa kita terapkan bila hati kita tertata baik. ^^ Cuma aku takutnya
pembaca malah bosan kalau aku kebanyakan ngoceh. :razz: Memang tak cukup sekali posting kalau ngomongin tentang hati, luas sekali rahmat ALLAH hingga tak habis sejuta blog menuliskannya. Subhanallah..
Itu tadi tentang hati yang sehat, sekarang kita bahas dikit tentang kesakitan sebuah hati. Hati
yang “sakit” akan mencerminkan sifat yang “sakit” pula. Orang yang
hatinya “beku”, sekuat apapun usaha hati yang lain meleburkan baja
hatinya, takkan berhasil, hanya ketika ALLAH menghembuskan hidayah-NYA lah sebuah hati yang sakit akan kembali sehat.
(Sebenarnya bukan kita yang saat berdakwah bisa menyentuh hati orang
lain, tapi ALLAH yang melakukannya, kita hanya perantara ^^)
Orang yang hatinya keras, semua
tindak tanduknya akan ikut keras. Perkataanya kasar, keputusannya tidak
bisa dilunakkan, dan pendapatnya tidak mau dibantah. Keadaan orang yang berhati kusam, senantiasa tampak resah dan gelisah. Hatinya dikotori dengan buruk sangka, dendam kesumat, licik, tak mau kompromi, mudah tersinggung, tak senang melihat orang lain senang, kikir, dan penyakit hati lainnya
yang terus-menerus menumpuk hingga sangat sulit untuk dihapus. Sungguh,
orang yang berhati keruh seperti itu akan mendapatkan kerugian yg
berlipat-lipat. Tidak saja hati yang selalu gelisah, namun orang lain yang melihat pun juga akan merasa risih dan memilih jauh darinya.
Bahkan, ia yang berilmu, berharta banyak, artis atau siapapun; kalau
berhati keruh, tak ada yang lain ia dapatkan selain celaan dan
penghindaran dari orang yang tak mau dekat dengannya. Na’udzubillah.
Bagi orang yang demikian, selain di hadapan manusia, derajat kemuliaannya juga akan jatuh di hadapan ALLAH. Ini dikarenakan hari-harinya selalu diwarnai dengan perbuatan yang mengundang dosa. ALLAH tak akan pernah berlaku aniaya terhadap makhluk-makhluknya, saudaraku. Sesungguhnya apa yang didapatkan seseorang itu adalah buah dari apa yg diusahakannya ^^
Rasulullah bersabda, “Muslim yang terbaik adalah muslim yang membuat muslim lainnya selamat (merasa aman) dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari), dan,
“Sesungguhnya manusia paling jelek di
sisi ALLAH pada hari kiamat adalah seseorang yang ditinggalkan orang
lain karena menghindari kejelekan dirinya.”(HR. Al Bukhori no.6054 dan Muslim no.6539)
Nah, loh, kejelekan diri itu asalnya dari kejelekan hati,
kan? ^^ Jadi kalau ada yang ngerasa orang-orang pada benci alias risih
dan menjauhi, jangan serta-merta menuduh dia iri atau apa, siapa tahu
emang kitanya yang tidak bisa membuat teman nyaman berada di dekat kita,
kan? ^^v
Oh iya.. Kayaknya ada satu hal penting lagi nih. ^^
Sesuatu yang menurutku tidak banyak orang mengerti (mungkin terlupakan), mengenai salah satu ciri khas hati, yaitu “misterius”. Loh? Kenapa kok misterius? Karena tak ada yang berhak dan bisa menebak pasti isi hati seseorang, kecuali Penciptanya, ALLAH Azza Wa Jalla. Sungguh, suuzon ALLAH haramkan,
karena memang tidak ada yang tahu isi hati manusia. Sering mungkin
secara tidak sadar kita menggerutu bahwa seseorang mungkin mencelakai
kita, sampai berani kita memfitnahnya atas dasar “kelogisan” yang kita
punya. Kadang kita bilang “Wajar sih dia dapet 100, si dosen kan sayang
sama dia.” Maasya ALLAH, jauh di atas semua itu, sungguh hanya ALLAH yang tahu isi hati manusia. Ingat, suuzon itu nambah dosa, buang waktu, dan menyiksa diri sendiri. ^^ (Mengingatkan diri sendiri, lagi)
Jadi.. Hati-hati ya, bagi yang suka negative thinking, siapa tahu ada virus di hatinya. ^^
Naah, sekarang tiba saatnya kita meluncur pada tips, bagaimana cara kita mengurus segumpal daging ini? Agar tak ada kesedihan, kejelekan akhlak, dosa, dan seterusnya? Hal apa yang harus kita istiqomahkan bila kita ingin hati kita terus tenang dan tenteram? Aku
punya tips-tips ini, dari yang kupelajari di halaqoh, kajian,
pergaulan, buku-buku, dan orang-orang yang kuhormati. Semoga bisa
membantu saudara-saudaraku di sana ^^
- Banyak-banyaklah mengingat ALLAH. Ingatlah ALLAH di kala senang, ALLAH akan mengingatmu di kala susah. Tapi, menurutku, terus mengingat ALLAH adalah sebaik-baiknya.
Ntahlah saudaraku, saat kita mengucapkan “Ya ALLAH”, pernahkah kita
terpikir, apa kita hanya “terbiasa” atau memang sedang teringat pada
Sang Maha Cinta? Saat berucap “Astaghfirullah”, adakah hati benar-benar
memohon ampun? Apakah saat kita solat, itu hanya takut dimarahin ibu?
Begitulah sebab yang mungkin membuat seseorang yang sering
menyebut asma-NYA, rajin beribadah, tapi tak kunjung bisa memperbaiki
hatinya, karena memang ia melakukannya tak pakai hati. Tak tergetar hatinya saat melakukan hal itu. Subhanallah, semoga kita senantiasa ALLAH bimbing setiap waktu, aamiin. Ingatlah ALLAH tak hanya dengan lidah yang bertutur, tapi juga hati yang bersyukur. ^^
- Berlarilah menyambar Alquran bila hati terasa gundah. Kenapa? Ya, nama lain dari Alquran, adalah Asy-Syifa (Obat/Penyembuh).
Subhanallah, hati yang sakit akan sembuh dengan Alquran, ALLAH
menguatkan kita dengan kalam-NYA. Bila tak terpaksa kita mengaji,
percayalah, segundah dan segalau apapun suasana hati kita, insya ALLAH
akan terobati dengan mengaji. ^^
- Solat malam. Uhm. Kenapa, ya, qiyamul lail (tahajud) bisa menenangkan hati?
Karena kita melakukannya di dini hari, saat orang lain sedang tertidur
lelap, kita bangun dan bersimpuh pada ALLAH. Ibaratnya kalau kita lebih
pagi ngantri di busway, bisa dapat tempat duduk dan ga perlu bersempit
ria. ^^ Begitu pula saat kita curhat hanya pada ALLAH. Curahkanlah segalanya pada-NYA, tidak kita ceritakan saja ALLAH Maha Tahu, apa lagi kalau kita curhatkan? Tentu ALLAH akan menenangkan kita, toh? ;) Terus gimana soal curhat pada manusia?
Boleh, kok. ^^ Cuma ingat, tempat kita curhat itu manusia, sama dengan
kita, tidak sempurna dan tidak pula tidak punya masalah. Hanya pada
orang-orang yang benar-benar kita percaya saja seharusnya kita tumpahkan
tangis kita (bukan sama fa**book ^^v), itu pun seperlunya saja. Tapi,
tetap dengan ALLAH lah kita meminta dan mengadu. ^^
- Berkumpul dengan orang soleh, bukan malah keluyuran ga jelas. ^^’ Banyak sekali orang-orang menganggap bahwa keluyuran adalah obat hati.
Padahal nggak, loh. Even if hati terasa sedikit nyaman, itu palsu,
hanya karena kepuasan kita buang uang dan buang waktu. Apalagi sampai
foto-foto dan nge-tag di faceb**k, terutama bagi perempuan. Sungguh tak
ada manfaatnya itu, kecantikan tubuh kita akan dinikmati oleh
jutaan pria yang tak berhak. Kemanisan senyum kita dibayangkan “lebih”
oleh orang yang tak berhak? Oooh, tidak bisaaa, yang tadinya
mau “seneng2” malah bikin dosa dan fitnah toh? Ga ada manfaatnya narsis
itu, saudariku. Coba kalau kita ikut kajian, dengerin ceramah, dah dapat
pahala, dapat ketenangan hati lagi. ^^ Sip2 d^^b.
- Bila semua di atas kita sudah usahain, tapi tetap gagal. Buang saja hatimu! (Rasulullah yang bilang), karena sejatinya bila benar kita punya hati, dengan setulusnya mencari obatnya, insya ALLAH akan ketemu yang namanya ketenangan qolbu.
Bila tidak, dua pertanyaan, tuluskah? Atau, punya hatikah? Itu saja. ^^
(Maaf ya agak keras, yang ngajarin aku tentang ini juga ngomongnya
tegas)
- Aku percaya teman-teman semua adalah orang yang kuat fisik dan hatinya ^^
Aaah. Akhirnya selesai juga. Panjang amat, ya? Hehe. Tapi semoga bermanfaat, ya. Mohon doa semoga kuliahku lancar. Makasiih. ^^
Salam Hangat,Desty Lilian
0 comments:
Posting Komentar